Rabu, 18 Desember 2013

Hidup Adalah Belajar


motivasi, kata bijak, quote

Hidup adalah belajar

belajar bersyukur meski tak cukup,

belajar ikhlas meski tak rela,

belajar taat meski berat,

belajar memahami meski tak sehati,

belajar bersabar meski terbebani,

belajar setia meski tergoda,

belajar dan terus belajar dengan keyakinan setegar karang,

tapi sudah menjadi kodrat, hati seperti air laut bergelombang,

kadang pasang kadang surut, terkadang pula sering terbawa arus,

maka dari itulah kita harus belajar untuk tetap berada di jalan yang BENAR,

belajar menjadi LEBIH BAIK

Sumber:

Akuntansi dan Laporan Keuangan


Akuntansi dan Laporan Keuangan

A.      Definisi Akuntansi
Pada umumnya akuntansi didefinisikan dengan melihat proses kegiatannya. Definisi akuntansi dilihat dari kegiatannya merupakan suatu proses pencatatan , penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisisan data-data keuangan dari suatu organisasi atau perusahaan.

B.      Fungsi akuntansi
Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.
Fungsi dasar akuntansi :
a.       Menciptakan sistem akuntansi
b.      Membuat prosedur untuk mencatat, menggolongkan dan memasukkan secara singkat transaksi-transaksi perusahaan
c.       Memberikan laporan/keterangan pada manajemen untuk penyusunan anggaran dan pengendalian aktiva dan pengambilan keputusan

C.      Pihak-pihak yang berkepentingan
1.       Pemilik perusahaan atau pemegang saham
Para pemegang saham merupakan ‘pemilik’ suatu perusahaan yang pada umumnya merupakan perusahaan yang berbentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT).
2.       Kreditor
Kreditor bagi suatu perusahaan adalah pihak-pihak, misalnya bank atau perusahaan lain yang memberikan pinjaman atau utang kepada perusahaan yang bersangkutan.
3.       Investor
Suatu perusahaan yang akan berdiri atau ingin menambah modalnya memerlukan para investor yang nantinya akan membeli saham perusahaan.
4.       Pemerintah
Setiap perusahaan mempunyai kewajiban untuk membayar pajak kepada pemerintah. Besar kecilnya pajak yang harus dibayarkan oleh suatu perusahaan tergantung dari besar kecilnya laba/keuntungan yang diperoleh perusahaan.
5.       Manajemen
Manajemen dapat berarti semua aktivitas pengelolaan perusahaan. Untuk dapat mengelola perusahaan dengan baik manajemen memerlukan berbagai informasi.
6.       Karyawan/Serikat buruh
Untuk menjalankan kegiatan usahanya suatu perusahaan mempunyai banyak karyawan baik jenis maupun jumlah yang dibayar oleh perusahaan sebagai balas jasanya.

D.      Prinsip akuntansi
Didalam menyusun prinsip akuntansi digunakan asumsi-asumsi dan konsep-konsep dasar tertentu.
a.       Asumsi dasar
Berdasarkan standar akuntansi keuangan, terdapat dua asumsi dasar yang mendasari struktur akuntansi,yaitu:
1.       Dasar akural
2.       Kelangsungan usaha
b.      Karateristik kualitatif laporan keuangan
Karateristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagai pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok, yaitu:
1.       Dapat dipahami
2.       Relavan
3.       Keandalan
4.       Dapat dibandingkan
c.       Keterbatasan laporan keuangan
Laporan keuangan yang dihasilkan mempunyai beberapa keterbatasan seperti cukup berarti, konservatif, dan sifat-sifat khusus suatu industri.

E.       Pengertian laporan keuangan
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan, yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.

F.       Isi laporan keuangan
Tahapan berikutnya dalam siklus akuntansi adalah mempersiapkan laporan keuangan. Laporan keuangan ini sangat penting bagi pihak manajemen, kreditor dan investor.Laporan keuangan terdiri dari 3 macam :
a.       Laporan Laba-Rugi (income statement)
Laporan laba-rugi adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan apakah suatu perusahaan mengalami laba atau rugi dalam satu periode akuntansi.
b.      Laporan Perubahan Modal (statement of equity)
Laporan perubahan modal adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan bertambahnya atau berkurangnya modal suatu perusahaan akibat dari laba atau rugi yang diterima oleh perusahaan tersebut dalam satu periode akuntansi.
c.        Neraca (balance sheet)
Laporan neraca adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menunjukan keadaan keuangan secara sistematis dari suatu perusahaan pada saat tertentu dengan cara menyajikan daftar aktiva, utang dan modal pemilik perusahaan.

G.     Bentuk neraca
Bentuk neraca lajur ada 2 (dua) yaitu neraca lajur 10 kolom dan neraca lajur 12 kolom. Neraca lajur 12 kolom merupakan neraca lajur yang lengkap. Disebut dua belas kolom karena neraca lajur ini memiliki 12 kolom debit dan kredit. Yang sebenarnya di neraca ini terdapat satu kolom lagi berisi nama akun. Ke 12 kolom yang dimaksud meliputi :
a.        Kolom 1 dan ke-2 merupakan kolom neraca saldo yang berisi saldosaldo akun yang belum disesuaikan.
b.      Kolom ke 3 dan ke 4 merupakan kolom yang berisi data penyesuaian.
c.       Kolom ke 5 dan ke 6 merupakan kolom yang neraca saldo akun setelah disesuaikan. Kolom ini berasal dari penjumlahan (pengurangan) angka-angka di neraca saldo dengan angka-angka penyesuaian.
d.      Kolom ke 7 dan ke 8 merupakan kolom yang berisi laporan laba rugi.
e.      Kolom 9 dan ke 10 merupakan kolom yang berisi laporan perubahan equitas. Dalam kolom ini saldo akun modal dan penarikan prive dimasukkan untuk menghitung perubahan ekuitas yang terjadi pada periode tersebut.
f.        Kolom ke 11 dan ke 12 merupakan kolom yang berisi neraca. Kolom ini berisi pindahan jumlah aset dan kewajiban yang berasal dari neraca saldo setelah disesuaikan termasuk pindahan ekuitas dari kolom laporan perubahan ekuitas. 
Neraca lajur juga harus dilengkapi informasi mengenai nama perusahaan, neraca lajur dan periode pembuatan neraca lajur, yang diletakkan di bagian atas tengah.

H.     Laporan laba rugi
Laporan laba rugi adalah laporan yang menyajikan sumber pendapatan dan beban suatu perusahaan (dagang) selama periode akuntansi. Untuk Menghitung laba rugi perusahaan adalah Laba bersih = laba kotor – beban usaha

I.        Bentuk laporan laba rugi
Laporan laba rugi dapat disajikan dalam dua bentuk yaitu:
a.       Single Step/Langsung.
laporan single step/langsung yaitu laporan laba rugi di mana semua pendapatan dijumlahkan menjadi satu, demikian juga untuk bebannya, kemudian dicari selisihnya untuk mengetahui laba atau rugi.
b.       Multiple Step (Bertahap)
Laporan laba rugi bentuk multiple step (bertahap) adalah laporan laba rugi dengan mengelompokkan atau memisahkan antara pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, dan memisahkan pula antara beban usaha dan beban di luar usaha, baru kemudian dicari selisihnya sehingga akan diperoleh laba atau rugi usaha.

J.        Tujuan laporan keuangan
Tujuan laporan keuangan menurut A Statement of Basic Accounting Theory (ASOBAT) dalam Sofyan Syafri Harahap (2000 : 6), merumuskan empat tujuan laporan keuangan sebagai berikut :
a.       Membuat keputusan yang menyangkut penggunaan kekayaan yang terbatas dan untuk menetapkan tujuan.
b.       Mengarahkan dan mengontrol secara efektif sumber daya manusia dan faktor produksi lainnya.
c.       Memelihara dan melaporkan pengamanan terhadap kekayaan
d.      Membantu fungsi dan pengawasan sosial.


Sumber :

Rabu, 11 Desember 2013

KEWIRASWASTAAN DAN PERUSAHAAN KECIL


KEWIRASWASTAAN DAN PERUSAHAAN KECIL
A.     Kewiraswastaan, wiraswasta, wiraswastawan
1.      Pengertian
Kewiraswastaan (entrepreneurship) adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk berisiko dengan menginventasikan dan mempertaruhkan waktu, uang, dan usaha, untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil. Bidang usaha atau perusahaan yang dibangun oleh seseorang dengan kepribadian tertentu (wiraswastawan/entrepreneur) sebagai alternatif penyediaan lapangan kerja, minimal bagi si pemilik modal itu disebut dengan wiraswasta.
Pengertian wiraswastawan secara umum:
·         Berdiri diatas kekuatan sendiri
·         Mengambil keputusan untuk diri sendiri
·         Menetapkan tujuan atas dasar pertimbangannya sendiri
·         Menggerakan perekonomian masyarakat untuk maju kedepan
·         Mengambil risiko
·         Memanfaatkan kesempatan usaha yang ada
·         Supel, fleksibel dalam bergaul, mampu dan mau nerima kritik membangun, dan melakukan komunikasi yang efektif dengan orang lain
·         Mengkoordinasi pengelolaan penanaman modal atau sarana produksi
·         Tingkat energinya
·         Belajar dari pengalaman (mawas diri)
·         Memiliki semangat bersaing yang kuat

2.      Unsur-unsur penting wiraswasta
Ada 4 unsur-unsur, yaitu:
a.      Unsur Pengetahuan
Mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki seseorang. Pada umumnya unsur pengetahuan banyak ditentukan oleh tingkat pendidikan orang yang bersangkutan.
b.      Unsur Keterampilan
Pada umumnya diperoleh melalui latihan dan pengalaman kerja nyata yang dilengkapi dengan keterampilan tinggi akan mempunyai peluang keberhasilan yang tingg.
c.       Unsur Sikap Mental
Bersifat tanggung jawab, kejujuran, ketegasan, keberanian, dan inisiatif. Seorang wirausahawan yang tegas, jujur dan memiliki inisiatif harus dibarengi oleh sikap yang berani untuk bertanggungjawab.
d.      Unsur Kewaspadaan
Unsur kewaspadaan merupakan paduan antara pengetahuan dengan sikap mental. Kewaspadaan berkaitan dengan pemikiran dan rencana yang dibuat untuk menghadapi sesuatu yang akan terjadi.

B.      Perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan
Perusahaan kecil mempunyai peranan penting dalam komunitas perusahaan swasta. Pengalaman dari negara-negara maju (seperti Amerika,Inggris, Jepang, dan lain-lain), menunjukkan bahwa perusahaan kecil dapat memberikan konstribusi yang perlu diperhitungkan dalam hal produksi, pajak, penyedia lapangan kerja, dan lain-lain. Seringkali dalam perusahaan kecil muncul ide-ide baru yang merupakan terobosan penting dalam kondisi perekonomian yang tidak menguntungkan. Dengan kiat-kiat tertentu dari pebisnis, perusahaan kecil dapat berkembang menjadi perusahaan besar. Contoh perusahaan kecil yang telah menjadi perusahaan besar yaitu, IBM.

C.      Perkembangan franchising di Indonesia
1.      Kiat-Kiat Memilih Usaha dengan Cara Waralaba (Franchising)
Terdapat kiat-kiat tertentu dalam memilih waralaba yang baik bagi seseorang yang ingin terjun dalam dunia bisnis, tetapi tidak memiliki pengalaman dalam berbisnis. Waralaba yang baik adalah usaha yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti makan,minum, pendidikan, salon, dan lain-lain. Terdapat dua hal yang penting dalam menentukan waralaba, yaitu keteraturan zona wilayah persebaran unit waralaba di setiap daerah. Apakah pihak pemberi waralaba membatasi para pelaku yang bermain di wilayah tertentu atau tidak. Sehingga tidak terjadi persaingan antar perwaralaba. Selain itu berhati-hati dalam menjalani bisnis waralaba, karena sering terjadi kerancauan antara waralaba dan Business Opportunity (BO). Ada beberapa cara dalam memilih usaha waralaba, diantaranya yaitu:
·         Produk yang dijual harus disukai semua orang
·         Merek dagang produk harus sudah dikenal
·         Harus standar dalam segala aspek (produk, manajemen, tata ruang, dan lain-lain

2.      Jenis-Jenis Usaha yang Potensial Diwaralabakan
·         Produk dan Jenis Otomotif
·         Bantuan dan Jasa Bisnis
·         Produk dan Jasa Konstruksi
·         Jasa Pendidikan
·         Rekreasi dan hiburan
·         Fastfood dan Take Away (Makanan Siap Saji)
·         Stan Makanan (Food Stalls)
·         Perawatan Kesehatan, Medis, dan Kecantikan
·         Jasa Pembersihan karpet, pemasangan gorden,kebersihan rumah, perawatan, perbaikan furniture, perawatan barang-barang manufaktur, dan lian-lain.
·         Eceran atau Retailing

D.     Ciri-ciri perusahaan kecil
1.      Kekuatan dan Kelemahan Perusahaan Kecil
Banyak wiraswasta yang memulai aktivitas usahanya dalam perusahaan kecil sebelum berkembang menjadi perusahaan besar. Berbagai bidang usaha memberikan kesempatan usaha, tingkat perolehan keuntungan, dan tingkat risiko yang berbeda. Hampir dalam setiap kondisi, perusahaan kecil memiliki kekuatan dan kelemahan. Kekuatan perusahaan kecil yaitu berkenaan dengan kebebasannya dalam bertindak dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan setempat. Sedangkan kelemahannya yaitu modal, spesialisasi, dan jaminan pekerjaan bagi karyawannya.

2.      Keuntungan Perusahaan Kecil
Secara umum, perusahaan dalam skala kecil mempunyai keuntungan dan daya tarik sendiri. Keuntungan dan daya tarik sendiri itu adalah :
·         Pemilik merangkap manajer perusahaan dan fungsi manajerial, sepertimarketing, finance, dan administrasi
·         Pajak relatif ringan
·         Sebagian besar membuat lapangan pekerjaan baru, inovasi, sumber daya baru, dan produk-produk serta jasa-jasa baru
·         Komunikasi dengan pihak luar bersifat pribadi
·         Mudah dalam proses pendiriannya
·         Fleksibel terhadap bentuk fluktuasi jangka pendek, tetapi tidak memiliki rencana jangka panjang
·         Bebas menentukan harga produksi barang dan jasa
·         Prosedur hukumnya sederhana
·         Mudah dibubarkan setiap saat jika dikehendaki
·         Pemilik menerima seluruh laba
·         Umumnya mampu untuk melakukan survive
·         Memberikan peluang dan kemudahan dalam peraturan dan kebijakan pemerintah demi kemajuan usaha kecil
·         Diversifikasi terbuka luas setiap waktu dan pasar konsumen senantiasa tergali melalui kreatifitas pengelola
·         Relatif tidak membutuhkan investasi besar, tenaga kerja tidak berpendidikan tinggi, dan sarana produksi tidak terlalu mahal
·         Memiliki ketergantungan secara moril dan semangat usaha dengan pengusaha kecil lainnya.

3.      Kelemahan Perusahaan Kecil
Kelemahan dan hambatan yang terjadi pada perusahaan kecil umumnya berasal dari faktor intern maupun faktor ekstern dari usaha kecil itu sendiri. Kelemahannya dalam faktor intern, yaitu :
·         Telalu banyak biaya yang dikeluarkan, utang yang tidak bermanfaat, tidak mengikutu pembukuan standar.
·         Pembagian kerja yang tidak proporsional
·         Tidak mengetahui secara tepat modal kerja yang dibutuhkan
·         Persediaan barang yang terlalu banyak, sehingga beberapa jenis barang ada yang tidak laku
·         Sering terjadi mist-manajemen dan tidak peduli terhadap prinsip-prinsip manajerial
·         Sumber modal terbatas hanya pada pemilik
·         Perencanaan dan program pengendalian sering tidak ada atau tidak pernah dirumuskan

Sedangkan kelemahan dalam faktor ekstern, yaitu :
·         Risiko dan utang-utang kepada pihak ketiga, ditanggung oleh kekayaan pribadi
·         Sering kekurangan informasi bisnis
·         Tidak pernah melakukan studi kelayakan, penelitian pasar, dan perputaran unag tunai

4.      Cara-Cara Mengembangkan Perusahaan Kecil
Pada umumnya dalam pengembangan usaha, yang perlu dilakukan adalah menggenjot omset. Angka penjualan dikejar, agar semakin tingi dan tinggi. Dengan begitu omset penjualan yang tinggi akan berpengaruh pada hasil usaha. Cara yang dapat dilakukan untuk menggenjot omset, yaitu dengan :
·         Melakukan promosi yang lebih gencar
·         Menggelar program-program khusus
·         Menstock barang lebih banyak dan beragam
·         memberikan pelayanan yang baik
Selain itu dapat juga mengembangkan usaha yang telah ada. Contohnya, apabila seseorang memiliki tempat pencucian mobil, lalu ia menambahkan usaha lagi di sekitar tempat penyucian, seperti warung, maka keuntungan akan bertambah dan usaha pun akan berkembang lebih pesat.

5.      Kegagalan-Kegagalan Perusahaan Kecil
Menurut Akin Aluko, seorang manajer konsultan bisnis Business Education Services and unit, Lagos Chamber of Commerce and Industry, sebagian besar para pebisnis keliru dalam mengambil tindakan dalam menghadapi masalah yang terjadi dan hanya sebagian kecil saja yang mengetahui kesalahannya dan segera memperbaikinya. Ada 10 hal mengapa pebisnis kecil mengalami kegagalan ketika merintis usahanya dan tak mampu bertahan, menurut Aluko, yaitu :
·         Kompetisi yang ketat
·         Entrepreneur yang keras kepala
·         Pertumbuhan di luar kendali
·         Pembukuan yang lemah
·         Tidak mempunyai dan cadangan
·         Operasional yang terkesan biasa saja
·         Ketidakefisien operasional
·         Disfungsional manajemen
·         Perencanaan bisnis yang lemah
·         Penurunan pasar
E.      Perbedaan antara kewirausahaan dan bisnis kecil
Wirausahawan adalah orang yang menanggung risiko kepemilikan bisnis dengan pertumbuhan dan ekspansi sebagai tujuan utama. Banyak pemilik bisnis kecil mencirikan dirinya sebagai wirausahawan, tetapi banyak dari mereka yang tidak bercita-cita memperluas usahanya sebagaimana halnya dengan wirausahawan sejati. Para wirausahawan sejati akan mempunyai cita-cita dan rencana untuk memperluas usahanya, walaupun dimulai dari bisnis kecil dan siap menghadapi risiko yang akan terjadi. Sedangkan pemilik bisnis kecil, ia tidak memiliki cita-cita maupun rencana untuk memperluas usahanya dan hanya mencari pendapatan yang aman dan nyaman. Jadi perbedaan antara kewirausahaan terletak antara visi, aspirasi, dan strategi.

Sumber: