“Perekonomian
Indonesia”
1.
Artikel
yang isinya pendapat anda mengenai presiden yang paling baik buat anda dan
memberikan dampak positif pada Indonesia !
Menurut
saya Presiden Soeharto yang baik, karena Soeharto
dikenang sebagai Bapak pembangunan yang mempunya program andalan “REPELITA”
Rencana Pembangunan Lima Tahun. Bahkan selama kepemimpinan beliau secara
ekonomi Indonesia pernah dianggap sebagai macan asia. Bahkan orang sekaliber
Lee Kwan Yew (Perdana Menteri Singapura 1959-1990) yang dimuat pada pelitaonline.com
berpendapat bahwa “Soeharto merupakan orang yang objektif dan pragmatis.
Dirinya bukanlah seorang intelektual, namun Soeharto memiliki ketajaman untuk
menunjukan sebuah tim yang terdiri dari atas para ekonom dan penyelengggara
pemerintahan yang mampu membuat kebangkitan Indonesia menjadi salah satu Macan
Asia di era 1990-an. Tidak salah bahwa beliau dikenang sebagai Bapak
Pembangunan. “Piye kabare le? sih penak jamanku to??”
Dampak
Positif bagi Indonesia :
·
Banyak pembangun
yang sukses dilakukan, karena perencanaan pembangun 5 tahun (PELITA I-V)
berhasil dilaksanakan. Sehingga Soeharto dikenal sebagai dengan julukan “Bapak
Pembangunan Nasional)
·
Adanya transmigrasi
spontan dan transmigrasi umum. Transmigrasi spontan, pemerintah hanya
mengorganisir biaya perjalanan dari daerah asal ke daerah tujuan transmigrasi,
ongkos dibebankan kepada para transmigrasi.
·
Indonesia
bisa memenuhi kebutuhan berasnya sendiri, bahkan bisa menjadi pengekspor beras.
·
Gerakkan
wajib belajar sukses dilakukan pemerintah, dan banyak rakyak Indonesia yang
bisa belajar mendapatkan pendidikannya untuk memikirkan Sumber Daya Manusia
dimasa yang akan datang.
·
Para siswa
sangat mengetahui para menteri dan jajaran, karena tidak pernah berubah.
·
Adanya pertumbuhan
ekonomi dan harga yan terjangkau.
2.
Berikan
juga pendapat anda mengenai perkembangan perekonomian dan pertahanan keamanan
di Indonesia pada saat ini !
“Perkembangan Perekonomian di Indonesia pada
saat ini”
Banyak Negara di berbagai belahan dunia
yang sedang mengalami depresi ekonomi sejak tahun 2008. Bahkan Negara maju
seperti Prancis, Jerman, Amerika Serikat juga ikut diterjang krisis ekonomi. Namum
uniknya hal ini tidak terjadi di Indonesia. Perkembangan ekonomi di Indonesia saat
ini tergolongan sangat bagus walaupun banyak yang mengeluh ekonomi semakin
sulit. Perkembang ekonomi di Indonesia pada tahun ini mencapi 6 persen. Ada beberapa hal yang melandasi perkembangan
ekonomi, yaitu:
a.
Usia pekerja
di Indonesia yang sangat banyak jumlahnya
b.
Pasar Indonesia
yang tidak terlalu menderita akibat hantaman global krisis
c.
Daya konsumsi
dan perputaran uang di Indonesia masih terkendali
d.
Indonesia
tidak terlalu terpukul akibat menurunnya ekspor-impor di Negara maju
“Pertahanan
dan keamanan di Indonesia pada saat ini”
Setiap negara memiliki sistem
pertahanan yang berbeda-beda yang dianggap bagi tiap negara tersebut, dengan
menggunakan sistem yang telah mereka pilih dapat mempertahankan negaranya dari
segala ancaman. Tidak berbeda dengan sistem pertahanan yang dipilih oleh
Indonesia, sangat jelas sekali peran Indonesia dalam dunia internasional yang
memililh untuk tidak memihak pada blok mana pun yang kemudian hal tersebut
dianggap sebagai salah satu bentuk pertahanan Indonesia. Sistem pertahanan
negara didasari oleh banyak faktor yang menjadi dasar pembentukan negara
tersebut, layaknya Indonesia seperti faktor letak negara, politik luar
negerinya, dan lain sebagainya. Tetapi dengan sistem pertahanan yang sudah
dipilih secara matang pun tidak akan terealisasikan apabila tidak didukung oleh
fasilitas pertahanan yang memadai, tentara misalanya saja harus dilengkapi
berbagai atribut pendukungnya sehingga pertahanan pun dapat diwujudkan.
Timbulnya suatu peperangan tidak
diinginkan oleh tiap negara mana pun, namun mempersiapkan diri untuk selalu
mempertahankan kemerdekaan suatu negara bukan berarti menjadi unsur timbulnya
peperangan, justru sebaliknya karena adanya keinginan menciptakan perdamaian.
Sebagai bangsa Indonesia yang utuh wajib mempertahankan tanah air dengan
mempersiapkan serta mempertahankan diri jika sampai terikat dalam suatu
peperangan. Stabilitas dalam negeri dan sekedar persiapan pertahanan adalah
faktor-faktor yang terutama bertujuan menghindari diri dari peperangan
(Nasution 1984, 78). Selain stabilitas dalam negeri, model pertahanan Indonesia
pun dapat dilihat dari sistem politik luar negeri yang digunakan, dengan
semboyan “Politik Luar Negeri Bebas dan Aktif” menunjukkan kepada kita
bahwasannya Indonesia tidak memilih blok manapun sehingga bertujuan untuk
mendapatkan negara kawan sebanyak-banyaknya dan negara lawan sedikit mungkin (A Thousand Friends-Zero
Enemy).
Kurun waktu sepuluh tahun yang akan
datang, pertahanan Indonesia dikerahkan dalam bentuk perang gerilya. Perang
gerilya disini dilakukan apabila bangsa tidak dapat mempertahankan suatu daerah
dari pendudukan musuh. Nasution (1989) mengatakan, “kita terpaksa menggerilya
secara semesta seluruh bangsa dan tanah air, jika tidak dapat mempertahankan
semua kota-kota dan jalan-jalan dari perebutan suatu musuh penyerang”. Sehingga
dengan kata lain, perang gerilya akan menjadi cara perlawanan utama bangsa
Indonesia di masa yang akan datang. Tetapi pada faktanya, perang gerilya dalam
arti militer masih pada taraf defensif yakni suatu taraf penghindaran
peperangan. Hal tersebut tidak akan mampu membawa kemenangan bagi Indonesia
sendiri, seharusnya gerilya juga ditujukan kepada tentara regular (pasukan
partisan rakyat) sehingga dapat melangkah pada tahap melakukan ofensif terhadap
musuh.
Unsur geopolitik dapat menjadi faktor
penting dalam menentukan sistem pertahanan. Letak suatu negara dapat pula
mempengaruhi sistem pertahanan Indonesia, yang berada diantara benua Asia dan
benua Australia sehingga menjadi daerah jalur lalu lintas perdagangan
internasional. Jika dilihat dari pandangan milliter hal tersebut dijadikan
acuan penyusunan kekuatan militer terutama kekuatan laut dan udara (Simatupang
1981, 221). Kemudian luas dan bentuk Indonesia yang terbentang dari Sabang
hingga Merauke yang terdiri dari ribuan pulau diantaranya, membuat pertahanan
kita harus terus-menerus ditingkatkan. Mengingat bentuk Indonesia yang terdiri
dari pulau-pulau yang terpisahkan oleh laut.
Simpulan topik kali ini menyudutkan
kita pada bagaimana sistem pertahanan Indonesia sebagai bentuk perlawanan
terhadap musuh maupun mempertahankan kemerdekaannya. Penulis setuju dengan apa
yang dikatakan Simatupang bahwa senjata yang diperlukan saat ini adalah
kepribadian bangsa yang sudah matang bahwa harus ada kepercayaan untuk mampu
meneyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh negeri ini dengan menggunakan
kekuatan dan cara bangsa Indonesia sendiri. Selain itu pula, perang gerilya
yang dijadikan sistem pertahanan selama sepuluh tahun kedepan harus dijadikan
untuk mengejar ketinggalan dalam ilmu pengetahuan demi kecerdasan rakyat
Indonesia. Saat ini, sistem pertahanan militer Indonesia adalah ‘SISHANKAMRATA’
yaitu ”Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta” dimana dengan semboyan
itu, keamanan serta kesejahteraan bangsa Indonesia akan selalu terwujud dan
menciptakan perdamaian. Apabila Indonesia berada dalam status ancaman negara lain,
maka sudah menjadi kewajiban setiap bangsa Indonesia bersama kekuatan militer
negara Indonesia untuk maju bersama melawan musuh yang berusaha memecah
kedaulatan Indonesia. Doktrinisasi sistem pertahanan Indonesia seperti yang
telah dijelaskan sebelumnya jelas menjadi suatu kebijakan yang bisa dikatakan
efektif dalam realisasinya bagi pertahanan Indonesia dan juga sebagai hasil
dari adanya budaya strategis yang dimiliki oleh Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar