Rabu, 23 Oktober 2013

Manajemen dan Organisasi


A.    Manajemen

1.      Pengertian dan Peranan Manajem
Manajemen merupakan kegiatan pokok yang dilakukan seorang pemimpin karena dia menjabat sebagai manajer untuk mengolah input menjadi output melalui proses manajemen.
      Peranan seorang manajemen sangat diperlukan dalam memberikan pengarahan kepada bawahan karena dengan peranan atasan yang fleksibel diharapkan bawahan dapat bekerja secara efesien tanpa rasa keengganan dimunculkan.
2.      Latar Belakang Sejarah Manajemen
Manajemen menurut Proffesor Oei Liang Lee adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3.      Fungsi dan Proses Manajemen
Ada 5 fungsi manajemen yaitu:
·         Planning (Perencanaan)
Suatu fungsi pemilihan alternatif melalui suatu proses yang rasional untuk mengambil suatu keputusan terhadap objective suatu perusahan, policy program atau prosedur untuk memperbaikinya.
·         Organizing (Pengorganisasian)
Kegiatan dalam menentukan macam kegiatan beserta jumlah kegiatan beserta jumlah kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan maupun pengelompokan kegiatan-kegiatan beserta orang-orangnya yang sesuai dengan kegiatannya disertai adanya pemdegelasian wewenang.
·          Directing (Pengarahan)
Kegiatan yang khususnya ditunjukkan untuk mengatasi dan mengarahkan bawahan sehingga seorang pemimpin secara manusiawi bias menikat bawahan untuk bekerja sama secara sukerela menyumbangkan tenangganya seefesien dan seefektif mungkin untuk mencapai tujuan organisasi.
·         Koordinasi
Fungsi yang harus dilakukan seorang manajer agar terdapat suatu komunikasi atau kesesuaian dari berbagai kepentingan dan perbedaan kegiatan sehingga tercapai tujuan organisasinya.
·         Controlling (Pengawasan)
Fungsi terakhir yang akan dilakukan manajer guna melengkapi fungsi yang sudah dilakukan lebih dahulu. Controlling merupakan fungsing yang bertujuan untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan jika terjadi penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan perencanaan yang telah ditetapkan.

Proses manajemen adalah serangkaian keputusan dan kegiatan kerja yang terus menerus dimana manajer terlibat sewaktu mereka merencana, mengorganisasi, mengarahkan, mengkordinasi dan mengawasi.

4.      Ciri-ciri Manajer Profsional
1.      Pemimpin Lambang (Figurehead)                                                                  
Kepala Simbolis diperlukan untuk menjalankan sejumlah kewajiban rutin yang bersifat legal dan sosial
2.      Pemimpin (Leader)                                                                                                     Bertanggung jawab untuk memotivasi dan mengaktifkan bawahan bertanggung jawab untuk mengisi posisi yang kosong (staffing), melatih dan tugas-tugas yang terkait
3.       Penghubung (Liaison)
Memelihara suatu jaringan kontak luar yang berkembang sendiri yang memberikan dukungan dan informasi Berkaitan dengan Informasi
4.      Pemantau (Monitor)
Sebagai pusat saraf informasi internal dan eksternal tentang organisasi
5.      Penyebar (Dissiminator)
Meneruskan informasi yang diterima dari orang luar atau dari bawahan kepada anggota organisasi
6.       Jurubicara (Spokesperson)
Meneruskan informasi kepada orang luar mengenai rencana, kebijakan, tindakan dan hasil organisasi Berkaitan dengan Pengambilan Keputusan
7.       Wirausaha (Entrepreneur)
Mencari kesempatan dalam organisasi dan lingkungannya serta memprakarsai “proyek-proyek perbaikkan” untuk menimbulkan perubahan
8.      Pengendali Gangguan (Disturbance Handler)
            Bertanggung jawab atas tindakan korektif bila organisasi menghadapi gangguan mendadak dan penting
9.      Pengalokasi Sumber Daya (Resource Allocator)
Bertanggung jawab terhadap alokasi segala sumber daya organisasi
10.   Perunding (Negotiator)
Mewakili organisasi pada perundingan-perundingan

5.      Keterampilan Manajemen yang Dibutuhkan
Ada 5 keterampilan yg dibutuhkan oleh manajer, yaitu sebagai berikut :
1.      Keterampilan konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.

  1. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)                                  Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.

  1. Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

4.      Keterampilan manajemen waktu
Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.

5.      Keterampilan membuat keputusan
Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar

B.     Organisasi

1.      Definisi Organisasi
Organisasi merupakan salah satu untuk mencapai tujuan perusahaan melalui melaksanakan fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan seorang pimpinan dengan organisasi yang tercipta diperusahaan yang bersangkutan.
2.      Pentingnya Mengenal Organisasi
Telah dikatakan bahwa kita wajib atau bahkan setidaknya mengenal organisasi. Sudah dijelaskan pula pada paragraf diatas apa itu organisasi? Organisasi adalah sebagai sekolompok (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan salam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan berorganisasi kita banyak memperoleh manfaat, pelajaran, dan pengalaman tentunya yg akan kita bawa sampai nanti ke dunia kerja. Dari mulai SMP (Sekolah Menengah Pertama) kita sudah dikenalkan dengan organisasi intra sekolah (OSIS) pasti anda pernah menjadi bagian dari organisasi tersebut kan? Adakah manfaat yang didapat? Tentu ada bukan, kita dapat berbicara dengan berani didepan umum, benyak memperoleh mitra kawan dan sebagainya.
3.      Bentuk-bentuk Organisasi
a.       Organisasi Lini
           Bentuk organisasi yang didalamnya terdapat garis wewenang yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan ke bawahan.
b.      Organisasi lini dan staff
           Suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang berlangsung secara vertikan dan sepenuhnya dari pucuk pimpinan ke kepala bagian dibawahnya serata masing-masing pejabat, manajer ditempatkan satu atau lebih pejabat staff yang tidak mempunyai wewenang memerintah tetapi hanya sebagai penasehat, misalnya mengenai masalah kearsipan, keuangan, personel dan sebagaiannya.
c.       Organisasi fungsional
            Suatu organisasi dimana wewenangan dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai fungsional untuk dikerjakan kepada para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus.
d.      Organisasi fungsional dan staff
            Bentuk organisasi dimana wewenangan dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian dibawahnya yang mempunyai keahlian tertentu serta sebagian dilimpahkan kepada pejabat fungsional yang koordinasinya tetap diserahkan kepada kepala bagian.
e.       Organisasi matrik
            Disebut juga sebagai organisasi manajemen proyek yaitu organisasi dimana pengguna struktur organisasi menujukkan dimana para spesialis yang mempunyai keterampilan dimasing-masing bagian dari kegiatan perusahaan dikumpulkan lagi menjadi satu untuk mengerjakan suatu proyek yang harus diselesaikan. Organisasi matrik digunakan berdasarkan struktur organisasi staff dan lini khususnya dibidang penelitian dan pengembangan.
f.       Organisasi komite
            Bentuk organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat, yang berupa komite atau dewan atau board dengan pluralistic manajemen.

4.      Prinsip-prinsip organisasi
Berkaitan dengan pembentukan atau penyusunan suatu organisasi, maka perlu diperhatikan beberapa prinsip-prinsip atau asas organisasi diantaranya adalah:
  • Perumusan Tujuan yang Jelas. Tujuan dan arah merupakan hal yang sangat penting dalam pembentukan suatu organisasi. Karena dari tujuan ini akan terlihat hasil yang akan dicapai baik itu secara fisik maupun non fisik.
  • Pembagian kerja. Dalam pembentukan suatu organisasi harus terlihat dengan jelas akan pembagian kerja dari masing-masing unit (sub) organisasi, hal ini supaya tidak terjadinya tumpang tindih aktivitas dan dapat menghambat tercapainya suatu tujuan.
  • Delegasi kekuasaan. Dengan adanya pembagian kerja tersebut yang jelas maka akan telihat pula garis komando dan delegasi kekuasaan (wewenang) dari masing-masing unit kerja.
  • Rentang kekuasaan. Rentang kekuasaan merupakan penjabaran dari pendelegasian suatu kekuasaan. Parameter dan tolok ukur pun harus menjadi bagian dari rentang kekuasaan, sehingga tidak timbul diktatoris kekuasaan atau kesewenangan kekuasaan tersebut.
  • Tingkat pengawasan. Penggambaran tingkat pengawasan yang timbul antar atasan dengan sub (unit) bawahannya harus lah terlihat dalam struktur organisasi tersebut. Sehingga batasan apa yang menjadi hak dan kewajiban baik itu atasan maupun bawahan akan tercipta.
  • Kesatuan perintah dan tanggung jawab. Dengan tergambarnya struktur organisasi yang jelas maka kesatuan perintah atau komando akan terlihat pula. Begitu juga dengan tanggung jawab dari orang yang memberikan delegasi (perintah) akan nampak.
  • Koordinasi. Ini pun harus terlihat dengan jelas dalam penyusunan suatu organisasi. Koordinasi dari masing-masing divisi atau unit kerja akan tercipta. Dengan demikian tujuan suatu organisasi ini akan semakin  cepat tercapai.
5.      Keterampilan manajemen yang dibutuhkan
Keterampilan manajemen keuangan. Seperti juga dalam keluarga, perusahaan juga membutuhkan perencanaan keuangan yang sistematis untuk kelangsungan hidup jangka panjangnya. Banyak perusahaan seringkali mendatangkan konsultan manajemen, investasi dan perencanaan keuangan yang ideal bagi masa depan perusahaan mereka. Oleh karena itulah, Anda yang mempunyai kemampuan di bidang akuntansi, perencana keuangan atau bisnis dan investasi, akan selalu menjadi incaran perusahaan-perusahaan.
6.      Sebab keberhasilan dan kegagalan organisasi
            Hidup tidak jauh dari yang namanya keberhasilan dan kegagalan. Kedua kata itu sudah pasti ada dalam hidup kita dan saling melengkapi satu sama lain. Tinggal bagaimana cara kita menanggapinya, menjadi sebuah ancaman atau tantangan ?
Keberhasilan dalam berorganisasi adalah saat kita dapat menjalankan organisasi itu dengan penuh keberanian tanpa takut akan adanya sebuah kegagalan, akan adanya sebuah omongan yang dapat mmbuat anda down. Juga akan rasa percaya diri anda yang dapat membangkitkan semangat anda berorganisasi.
Kegagalan dalam berorganisasi adalah karena anda merasa takut akan sebuah ancaman yang ada didepan yang belum tentu akan anda alami. Ibarat sebuah pepatah adalah menyerah sebelum bertanding. Dan juga karena kurangnya anda membuka diri kepada orang lain sehingga anda tidak dapat menerima masukan-masukan mengenai kinerja  anda dalam berorganisasi. Perlu anda ingat dan ketahui saran dan masukan seseorang sangat penting dalam membangun kinerja anda.


Sumber:

Buku Pengantar Bisnis Penerbit Universitas Gunadarama

Rabu, 09 Oktober 2013

Manajemen Sumber Daya Manusia


Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)

            Menurut (Drs. Melayu S.P Hasibuan. 2007) MSDM yaitu ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga agar efektif dan efesien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. MSDM menurut Marwansyah (2010:3), dapat diartikan sebagai pendayagunaan sumber daya manusia didalam organisasi yang dilakukan melalui fungsi-fungsi perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen dan seleksi, pengembangan sumber daya manusia. Perencanaan dan pengembangan karir, pemberian kompensasi dan kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan kerja dan hubungan industrial.
            Manajemen sumber daya manusia menurut Mathis dan Jakson (2008,h.3) adalah rancangan sistem-sistem formal dalam sebuah organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efesien guna mencapai tujuan organisasi. Tujuan utama manajemen sumber daya manusia adalah memperbaiki tingkat produktivitas, memperbaiki kualitas kehidupan kerja, meyakinkan organisasi telah memenuhi aspek-aspek legal ( Schuler dalam Edy Sutrisno.2010:8). Tujuan umumnya adalah untuk memastikan bahwa organisasi mampu mencapai keberhasilan melalui orang. System ini dapat menjadi sumber kapabilitas organisasi yang memungkinkan perusahaan atau organisasi dapat belajar dan menggunakan kesempatan untuk peluang baru.
Tujuan khusus Manajemen Sumber Daya Manusia adalah:
1.      Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan karyawan cakap, dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi.
2.      Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi, kemampuan dan kecakapan mereka.
3.      Mengembangkan system kerja dan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti, system kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja, pengembangan manajemen serta aktivitas pelatihan yang terkait kebutuhan bisnis

Menurut Henry Sinamora 2006, tujuan manajemen sumber daya manusia juga dibedakan menjadi 4 tujuan, anatara lain :
1.      Tujuan social
Agar bertanggung jawab secara social dam etis terhadap kebutuhan dan tantangan masyarakat, serta meminimalkan dampak negative tuntutan itu terhadap organisasi. Manajemen ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas masyarakat dan membantu memecahkan masalah social.
2.      Tujuan organisasional
Memiliki sasaran formal organisasi yang dibuat untuk membantu organisasi mencapai tujuannya. Melalui tujuan ini, manajemen sumber daya manusia berkewajiban meningkatkan efektifitas organisasional dengan cara meningkatkan produktivitas, mendayagunakan tenaga erja secara efesien dan efektif, mengembangkan dan mempertahankan kualitas kehidupan kerja, mengelola perubahan dan mengkomunikasikan kebijakan. Dan yang paling penting adalah untuk membantu organisasi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3.      Tujuan fungsional
Mempertahankan kontribusi departemen sumber daya manusia pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Dengan adanya tujuan fungsional ini, departemen sumber daya manusia yang kompleks dengan cara memberikan konsultasi yang berimbang dengan kompleksitas tersebut.
4.      Tujuan pribadi
Untuk mencapai tujuan pribadi dari setiap anggota organisasi yang hendak dicapai melalui aktivitasnya didalam organisasi. Oleh karena itu, aktivitas sumber daya manusia yang dibentuk oleh pihak manajemen haruslah terfokus pada pencapaian keharmonisan anatara pengetahuan, kemampuan, kebutuhan dan minat karyawan dengan persyaratan pekerjaan dan imbalan yang ditawarkan oleh manajemen sebuah organisasi.

Macam-macam sumber daya manusia
            Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya yang mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD(Human Resource Departemen). Menurut A.F Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang  berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.

Perkembangan sumber daya manusia
                Manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efesien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia bukan mesin dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikolog, sosiologi dll.
                Unsur MSDM adalah manusia. Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenaga kerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktek manajemen yang mempengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.
                Tujuan manajemen sumber daya manusia, untuk meningkatkan efekvitas sumber daya manusia dalam organisasi. Tujuannya adalah memberikan kepada organisasi satuan kerja yang efektif. Untuk mencapai tujuan ini, studi tentang manajemen personalia akan menunjukkan bagaimana seharusnya perusahaan mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi dan memelihara karyawan dalam jumlah (kuantitas) dan tipe (kualitas).

Modal manajemen sumber daya manusia
                Dalam memahami berbagai permasalahan pada manajemen sumber daya manusia dan sekaligus dapat menentukan cara pemecahannya perlu diketahui lebih dahulu model-model yang digunakan oleh perusahaan kecil tidak bias menerapkan model yang biasa digunakan oleh perusahaan benar. Demikian pula sebaliknya. Dalam perkembangan model-model ini berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi serta tuntutannya.
                Untuk menyusun berbagai aktifitas manajemen sumber daya manusia ada enam model, yaitu:
1.       Model klerikal
Dalam model ini fungsi departemen sumber daya manusia yang terutama adalah memperoleh dan memelihara laporan, data, catatan-catatan dan melaksanakan tugas-tugas rutin. Fungsi departemen sumber daya manusia menangani kertas kerja yang dibutuhkan, memenuhi berbagai peraturan dan melaksanakan tugas-tugas kepegawaian rutin.
2.       Model hukum
Dalam model ini, operasi sumber daya manusia memperoleh kekuatannya dari keahlian di bidang hokum. Aspek hokum memiliki sejarah panjang yang berawal dari hubungan perburuhan, di masa negosiasi kontrak, pengawasan dan kepatuhan merupakan fungsi pokok disebabkan adanya hubungan yang sering bertentangan antara manajer dengan karyawan.
3.       Model finansial
Aspek finansial manajemen sumber daya manusia belakangan ini semakin berkembang karena para manajer semakin sadar akan pengaruh yang besar dari sumber daya manusia ini meliputu biaya kompensasi tidak langsung seperti biaya ansuransi kesehatan, pensiunan, asuransi jiwa, hiburan dan sebagiannya, kebutuhan akan keahlian dalam mengelola bidang yang semakin komplek ini merupakan penyebab utama mengapa para manajer sumber daya manusia semakin meningkat.
4.       Model manajerial
Model manjerial ini memiliki dua versi yaitu versi pertama manajer sumber daya manusia memahami kerangka acuan kerja manajer lini yang berorientasipada produktivitas. Versi kedua manajer ini melaksanakan beberapa fungsi sumber daya manusia.
Departemen sumber daya manusia melatih manajer lini dalam keahlian yang diperlukan untuk menangani fungsi-fungsi kunci sumber daya manusia seperti pengangkatan, evaluasi kinerja dan pengembangan. Karena karyawan pada umumnya lebih senang berinteraksi dengan manajer mereka sendiri disbanding dengan pegawai staf, maka beberapa departemen sumber daya manusia dapat menunjukkan manajer lini untuk berperan sebagai pelatih dan fsilitator.
5.       Model humanistik
Ide sentral dalam model ini adalah bahwa departemen sumber daya manusia dibentuk untuk mengembangkan dan membantu perkembangan nilai dan potensial sumber daya manusia di dalam organisasi. Spesialis sumber daya manusia harus memahami individu karyawan dan membentuknya memaksimalkan pengembangan diri dan peningkatan karir. Model ini menggambarkan tumbuhnya perhatian organisasi terhadap pelatihan dan pengembangan karyawan mereka.
6.       Model ilmu perilaku
Model ini menganggap bahwa, ilmu perilaku seperti psikolog dan perilaku organsasi merupakan dasar aktivitas sumber dya manusia. Prinsipnya adlah bahwa sebuah pendekatan sains terhadap perilaku manusia dapat diterapkan pada hamper semua permasalahan sumber daya manusia bidang sumber daya manusia yang didasarkan pada prinsip sains meliputi teknik umpan balik, evaluasi, desain program dan tujuan pelatihan serta manajemen karir.

Fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia
                Fungsi manajemen sumber daya manusia sama halnya dengan fungsi yang ada dalam manajemen sendiri, seperti apa yang dikemukakan G.Terry dalam bukunya Principle of Management yang menyatakan bahwa fungsi manajemen meliputi Planning, Organizing, Actuating dan Controlling (POAC). Henry Fayol menyebutkan bahwa fungsi manajemen meliputi Planning, Organizing, Commanding, Coordinating dan Controllung (POACC). Luther Gulick merupakan fungsi manajemen meliputi Planning, Organiznig, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting dan Budgeting (POSDCorb).
                Dalam manajemen sumber daya manusia beberapa ahli seperti Edwin B.Flippo, Dale Yoder, Manullang, Moekijat dan Melayu SP. Hasibuan serta Henry Simamora menemukakan fungsi manajemen sumber daya manusia seperti halnya fungsi manajemen yang dikemukakan diatas adalah sebagai berikut:
1.        Perencanaan
2.       Rekrutmen
3.       Seleksi
4.       Dekrutmen
5.       Orientasi, pelatihan dan pengembangan
6.       Evaluasi kinerja
7.       Komensasi
8.       Pengintegrasian
9.       Pemeliharaan
10.   Pemberhentian


Sumber :



Selasa, 01 Oktober 2013

Ruang Lingkup Bisnis


Bisnis (Businesses) adalah suatu organisasi yang menghasilkan barang dan atau jasa yang kemudian dijual dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan (profit). Baik perusahaan yang berskala kecil (seperti rumah makan dan toko kelontong yang ada di sekitar anda yang dimiliki oleh seorang tetangga) maupun perusahaan yang berskala besar (seperti PT Mustika Ratu Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk) merupakan suatu bisnis.
Berikut ini yang termasuk organisasi-organisaasi dalam kriteria sebagai organisasi sektor public :
1.       Pilihan dan Permintaan Pelanggan (Customer Choice and Demand). Konsumen adalah nyawa bagi perusahaan, oleh karena itu, keinginan dan kebutuhan konsumen adalah factor penting dari bisnis.
2.       Peluang dan  Perusahaan ( Opportunity and Enterprise). Agar suatu usaha baru (perusahaan baru) berhasil, seseorang dapat melihat peluang dan kemudian mengembangkan perencana yang matang.
3.       Keuntungan Bisnis. Bisnis yang baik adlah bisnis yang dapat menguntungkan lingkungan, misalnya menghasilkan barang dan atau jasa yang dibutuhkan konsumen, menciptakan inovasi baru, memberikan dukungan kepada lembaga-lembaga social, dan membuka lapangan kerja.

SISTEM EKONOMI
                Sistem ekonomi adalah system yang diterapkan suatu Negara untuk mengalokasikan faktor-faktor produksinya kepada warga negara, baik individu maupun organisasi. Faktor-faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan (baik perusahaan milik pemerintah maupun swasta) untuk memproduksi barang dan jasa. Factor produksi ini terdiri dari :
1.       Tenaga Kerja, sering disebut dengan sumber daya manusaia yang meliputi kontribusi secara fisik dan kontribusi intelktual dari masyarakat kepada bisnis terkait dengan proses produksi secara ekonomi.
2.       Modal (capital), untuk memperoleh dan menggunakan tenaga kerja dan sumber daya lainnya dibutuhkan modal.
3.       Pengusaha , adalah orang yang menanggung/menerima segala keuntungan dan kerugian yang ditimbulkan oleh usaha yang dibangunnya.
4.       Sumber Daya Fisik (physical resource) , adalah benda yang kelihatan yang digunakan oleh organisasi untuk mengelola bisnis mereka.
5.       Sumber Daya Informasi , merupakan data dan informasi lainnya yang digunakan oleh bisnis.
Tipe-Tipe Sistem Ekonomi
1.        Sistem Ekonomi Terencana (Planned Economies)
Yaitu perekonomian yang memercayakan pengaturan semua atau sebagian besar sumber dayanya, proses produksi, dan pengalokasiannya kepada pemerintah yang tersentralisasi. Ada dua bentuk dasar, yaitu:
a.       Komunis, yaitu system yang menjadikan pemerintah sebagai pemilik dan pengoperasi semua faktor produksi.
b.      Sosialis, yang merupakan mixed market economies pemerintah memiliki dan mengoperasikan beberapa industry penting (industry vital)
2.       Sistem Pasar Bebas ( Market Economies )
Yaitu ekonomi berbasis pasar dimana produsen dan konsumen mengendalikan produksi dan pengalokasikannya dengan menciptakan kombinasi antara permintaan dan penawaran.
3.       Mixed Market Economies
Mempunyai karateristik yang merupakan gabungan dari planned economies dengan market economies.

SISTEM PASAR
                Untuk memahami lingkungan system ekonomi yang kompleks, ter;ebih dahulu harus dipahami mengenai lingkungan dimana bisnis tersebut beroperasi.
1.       Permintaan dan Penawaran di dalam Ekonomi Pasar
Permintaan adalah kerelaan dan kemampuan konsumen untuk membeli suatu produk (barang atau jasa). Penawaran adalah kerelaan dan kemampuan produsen untuk menawarkan barang atau jasa untuk dijual. Permintaan dan penawaran mengikuti hukum dasar sebagai berikut:
Hukum permintaan : Pembeli akan membeli (meminta/demand) lebih banya produk ketika harga turun dan akan membeli lebih sedikit produk ketika harga naik.
Hukum penawaran : Produsen akan menawarkan (supply) lebih banyak produk untuk dijual ketika harga naik dan menawarkan lebih sedikit produk ketika harga turun.
2.       Perusahaan Swasta dan Persaingan di dalam Ekonomi Pasar
Ekonomi pasar bergantung pada system perusahaan swasta. Perusahaan swasta adalah perusahaan yang memungkinkan seseorang untuk mengejar keinginannya sendiri hanya sedikit dibatasi oleh pemerintah. Perusahaan swasta membutuhkan empat elemen berikut ini :
a.       Hak propeti swasta
b.      Kebebasan untuk memilih
c.       Keuntungan (profit)
d.      Kompetisi

Persaingan Sempurna
Pasar bebas persaingan sempurna adalah pasar dimana tidak ada pembeli atau penjual yang memiliki kekuatan cukup signifikan untuk mampu memengaruhi harga barang-barang yang dipertukarkan.

Persaingan Monopolistik
Pasar monopoli adalah pasar diman hanya ada satupenjual dan penjual lain tidak bias memasuki pasar ini. Dengan demikian, penjual di pasar monopoli mampu mengendalikan harga barang-barang yang tersedia.

Persaingan Oligopolistik
Pasar persaingan oligopolistic terletak dalam spectrum antara dua ujung, yaitu antara pasar kompetitif sempurna dan pasar monopoli.

3.       Indikator-Indikator Ekonomi
Mengetahui kinerja perekonomian merupakan hal yang penting baik bagi pemilik bisnis maupun para investor.
4.       Pertumbuhan Ekonomi, Output Agregat, dan Standar Hidup
Ukuran utama pertumbuhan siklus bisnis adalah output agregat. Output Agregat adalah jumlah total barang dan jasa yang dihasilkan oleh sistem ekonomi pada suatu periode tertentu. Kenaikan output secara agregat disebut dengan pertumbuhan atau pertumbuhan ekonomi.
5.       Stabilitas Ekonomi
Adalah suatu kondisi dimana jumlah uang yang tersedia dan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan didalam suatu system ekonomi tumbuh dalam tingkat yang sama.

Referensi : Drs. Sunardi, M.Si.,Akt. , Anita Primastiwi, SE., M.Sc, Bisnis Pengantar, CAPS, Yogyakarta, 2012